Pendiri Wahabi Memposisikan Dirinya Sebagai Nabi?

a
Gambar tersebut adalah scand dari kitab Salafi-Wahabi, al-Durar al-Saniyyah, juz 1 hal. 18.
“Telah benar-benar muncul Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab al-Najdi, sang pembaharu dan mujtahid, pada waktu di mana penduduknya lebih buruk daripada kondisi kaum Musyrikin dan ahli-kitab pada masa terutusnya Nabi , berupa syirik, banyaknya khurafat, bid’ah, kesesatan dan kebodohan yang meraja lela. Maka ia mengajak untuk menyembah Allah semata, dan kembali ke pokok Islam, sehingga ia mengembalikan tumbuhnya Islam seperti semula.”
Kesimpulan dari pernyataan tersebut adalah sebagai berikut:
  1. 1. Sebelum munculnya Muhammad bin Abdul Wahhabi an-Najdi, kondisi masyarakat Jazirah Arab lebih buruk daripada kondisi kaum Musyrik dan ahli-kitab pada masa terutusnya Nabi saw.
  2. 2. Agama Islam telah mati, di Jazirah Arab (apalagi di luar Jazirah Arab), dengan banyaknya syirik, khurafat, bid’ah, kesesatan dan kebodohan yang merajalela.
  3. 3. Menurut Wahabi, berarti seluruh bangsa Arab telah kafir, menjelang lahirnya gerakan Wahabi.
  4. 4. Pendiri Wahabi, menghidupkan kembali ajaran Islam yang telah mati.
Dengan demikian, beberarti kaum Wahabi mengkultuskan pendirinya luar biasa, sampai-sampai memposisikannya tak ubahnya seperti seorang nabi. Problem besar, berupa matinya agama Islam, hanya bisa diatasi oleh seorang nabi, Dengan demikian, secara tidak langsung, Wahabi memposisikan pendirinya pada posisi seorang nabi. Apa bedanya ajaran Wahabi yang mengkultuskan pendirinya, dalam posisi seorang nabi, dengan ajaran Syiah dalam hal yang sama???

0 Response to " Pendiri Wahabi Memposisikan Dirinya Sebagai Nabi?"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel