Perjalanan Nahddlatul 'Ulama Tahun 1929-1942
Friday, May 24, 2013
Add Comment
Hoofbestuur
(Pengurus Besar) Nahdlatul Ulama' juga berusaha membuat lambang NU dengan jalan
meminta kepada para Kyai untuk melakukan istikharah. Dan ternyata Almarhum KH. Ridlwan Abdullah, Bubutan Surabaya berhasil.
Dalam mimpi, beliau melihat gambar lambang itu secara lengkap seperti lambang
yang sekarang; tanpa mengetahui makna simbol-simbol yang terdapat dalam lambang
tersebut satu-persatu.
Setelah
berdiri secara resmi, Nahdlatul Ulama' mendapat sambutan dari seluruh masyarakat
Indonesia yang sebagian besar berhaluan salah satu dari madzhab empat. Sehingga
dalam waktu yang relatif singkat, 4 sampai 5 bulan, sudah terbentuk 35 cabang.
Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, yang antara lain:
-
Jam'iyyah Nahdlatul Ulama' dipimpin oleh para ulama' yang menjadi guru dari para kyai yang tersebar di seluruh Nusantara, khususnya Hadlratus Syaikh KH. Hasyim Asy'ari.
-
Kesadaran ummat Islam Indonesia akan keperluan organisasi Islam sebagai tempat menyalurkan aspirasi dan sebagai kekuatan sosial yang tangguh dalam menghadapi tantangan dari luar.
Sebagai
organisasi sosial yang harus menangani semua kepentingan masyarakat, Nahdlatul
Ulama' memandang sangat perlu untuk membentuk kader-kader yang terdiri dari
generasi muda yang sanggup melaksanakan keputusan-keputusan yang telah diambil
oleh NU. Untuk itu, pada tanggal 12 Februari 1938,
atas prakarsa KH.Abdul Wahid Hasyim selaku konsul Jawa Timur,
diselenggarakan konferensi Daerah Jawa Timur yang menelorkan keputusan untuk
menyelenggarakan pendidikan formal, yaitu mendirikan madrasah-madrasah,
disamping sistem pendidikan pondok pesantren. Madrasah-madrasah yang didirikan
itu terdiri dari dua macam, yaitu:
Madrasah Umum, yang terdiri dari:
-
Madrasah Awwaliyah, dengan masa belajar 2 tahun.
-
Madrasah Ibtidaiyyah, dengan masa belajar 3 tahun.
-
Madrasah Tsanawiyyah, dengan masa belajar 3 tahun.
-
Madrasah Mu'allimin Wustha, dengan masa belajar 2 tahun.
-
Madrasah Mu'allimin 'Ulya, dengan masa belajar 3 tahun.
Madrasah Kejuruan (Ikhtishashiyyah), yang terdiri
dari:
-
Madrasah Qudlat (Hukum).
-
Madrasah Tijarah (Dagang).
-
Madrasah Nijarah (Pertukangan).
-
Madrasah Zira'ah (Pertanian).
-
Madrasah Fuqara' (untuk orang-orang fakir).
-
Madrasah Khusus.
0 Response to "Perjalanan Nahddlatul 'Ulama Tahun 1929-1942"
Post a Comment